Mengenal Penyakit Tifus Tentang Gejalanya,Sistem Pengobatan Medis dan Alamiah serta Pencegahannya




Tipus, atau tifus, dalam istilah medis, selama ini ternyata berbeda dengan apa yang dimengerti oleh orang awam. Dalam literatur, tifus merujuk pada penyakit yang diakibartkan oleh kuman Rickettsia typhi. Sedangkan tipes atau tifus dalam bahasa awam menunjuk pada penyakit yang diakibatkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Meskipun mempunyai nama belakang yang sama, mereka adalah kuman yang sangat berbeda.Tifus yang disebabkan karena infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi,istilah yang lebih tepatnya disebut sebagai demam tifoid.

Gejala penyakit tipus

Gejala awalnya demam tinggi, namun hal ini seringkali dianggap penyakit biasa sehingga hanya dibiarkan saja, yang pada akhirnya menjadi terlambat didiagnosis. Tipus pada umumnya berlangsung selama satu bulan, dan pada setiap minggunya akan meningkat ketahap baru dan terjadi perubahan gejala. 

Gejala tipes pada anak pada umumnya hampir sama dengan gejala penyakit demam berdarah dengue. Hal inilah yang terkadang membuat masyarakat awam bingung membedakan kedua gejala penyakit ini. Oleh karena itu, biasanya pemeriksaan dokterlah yang bisa membedakan antara gejala tipes dan juga penyakit DBD.

Kuman penyebab tipes, masuk ke dalam tubuh, paling banyak, melalui makan
an. Dalam usus, bakteri ini berkembang biak membentuk koloni di usus halus dan menyebabkan peradangan, luka, bahkan mungkin perforasi. Dari usus halus ini, kuman dapat menyebar ke mana-mana melalui pembuluh darah.

Pada saat agresi kuman mulai berlangsung, gejala awal yang timbul sering mengecoh, artinya mirip dengan beberapa penyakit lain. Gejala umum sakit tipes adalah demam, nyeri kepala dan otot, mual, muntah, sembelit, kadang diare. Karena itu, wajar jika pada tahap awal ini sering terjadi kesalahan diagnosis.

Gejala yang khas mulai muncul pada minggu kedua, meski terkadang pada minggu pertama juga sudah muncul. Gejala khas tersebut adalah demam tinggi, terutama pada sore dan malam hari, lidah kotor, kesadaran dapat terganggu, hati dan limpa membesar, dan timbul rasa nyeri saat perut ditekan. Selain gejala khas, penyakit tipus ini juga dipastikan melalui test laboratorium.

Empat tahap utama demam tifoid adalah:

Tahap 1: penderita mengalami demam progresif tinggi disertai dengan mengeluarkan keringat yang banyak, juga sakit kepala dan batuk.
Tahap 2: demam yang dirasakan penderita tetap tinggi,  tapi umumnya akan memuncak dan mereda pada sore hari. Delirium adalah gejala umum dari tahap ini.
Tahap 3: pada tahap ini, tipus bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius, seperti perdarahan usus dan atau perforasi. Bisa berakibat fatal jika ada komplikasi kesehatan lain yang diderita sebelumnya.
Tahap 4: tahap terakhir atau keempat ditandai dengan penurunan demam, namun penderita akan terus terus mengalami delirium selama tahap ini.

Jangan pernah anggap remeh jika mengalami demam tinggi, apalagi sudah beberapa hari tak mereda dengan obat penurun panas. Tifus cepat disembuhkan jika terdeteksi dan diobati ketika masih dalam tahap awal. Pemeriksaan intensif oleh dokter sangat diperlukan untuk memperoleh pengobatan yang tepat, sehingga tidak sampai berlangsung ketahap selanjutnya.

Diagnosis Tifus

Di Indonesia, pemeriksaan Widal (uji serologi untuk mendeteksi keberadaan bakteri salmonella) masih menjadi patokan utama untuk menentukan diagnosis. Padahal, hasil tes widal yang positif tidak selalu berarti pasien pasti mengidap tifus (tipes).

Ini dikarenakan di daerah endemis seperti Indonesia, semua orang sudah pernah terpapar Salmonella thyphosa. Tubuh telah membentuk antibodi terhadap bakteri ini. Itu sebabnya, ketika pemeriksaan Widal dilakukan, antibodi dalam tubuh akan memberi reaksi positif. Namun ini bukan berarti Anda positif mengidap tifus.

Selain tes Widal,terdapat juga tes yang lebih akurat mendeteksi tifus, yaitu tes TUBEXR. Tes imunologi  ini dilakukan menggunakan partikel berwarna untuk meningkatkan sensitivitas.

Tifus didiagnosis dengan menganalisis sampel darah, tinja, atau urin di laboratorium. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, akurasi diagnosis juga dapat dilakukan dengan memeriksa sampel cairan tulang belakang. Namun tes ini hanya digunakan jika pemeriksaan lain tidak mendatangkan hasil yang meyakinkan. Waktu yang panjang dan rasa sakit yang ditimbulkan membuat tes ini lebih jarang dilakukan.

Jika Anda positif mengidap tifus, ada baiknya memeriksakan anggota keluarga lain untuk mendeteksi kemungkinan penularan.

Pengobatan Tifus

Antibiotik selalu digunakan untuk pengobatan tipes. Jenis antibiotik yang cocok digunakan ada beberapa macam.
Kombinasi Amoksisilin (Kalmoxillin, Amoxsan, Penmox) dengan Tiamphenikol (Thiamycin, Bioticol, Nufathiam) atau Kloramfenikol (Chloramex, Colme, Kloramixin) merupakan pilihan pertama untuk mengatasi kuman Salmonella. Kombinasi ini cukup efektif. Namun saat ini terdapat kuman yang mulai resisten dengan kombinasi obat tersebut. Untuk mengatasinya, digunakan kombinasi baru, yaitu antibiotik golongan sefalosporin, seperti Sefadroksil (Cefat, Longcef, Sedrofen) yang juga dikombinasikan dengan Kloramfenikol atau Tiamfenikol.
Selain itu, antibiotik golongan kuinolon, seperti Siprofloksasin (Baquinor, Renator, Interflox) masih cukup manjur mengatasi kuman Salmonella.
Sedangkan untuk meredakan demam, antipiretik yang umum digunakan adalah parasetamol (Dumin, Pamol, Sanmol).

Pengobatan Tifus di Rumah Sakit
Sampel darah, tinja, dan urin Anda akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jenis antibiotik yang tepat diberikan. Antibiotik di rumah sakit akan diberikan dalam bentuk suntikan. Jika diperlukan, cairan dan nutrisi juga akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Infus diberikan karena perawatan tifus yang dilakukan di rumah sakit umumnya diiringi muntah terus-menerus, diare parah, serta perut kembung. Pada sebagian kecil kasus, operasi mungkin diperlukan jika terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa seperti pendarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan.

Hampir semua kondisi pengidap berangsur membaik setelah dirawat di rumah sakit selama 3-4 hari. Namun mungkin perlu beberapa minggu hingga Anda sepenuhnya pulih.

Pengobatan Tifus di Rumah
Umumnya orang yang terdiagnosis tifus pada stadium awal membutuhkan 1-2 minggu pengobatan dengan tablet antibiotik yang diresepkan.  Meski tubuh akan mulai membaik setelah 2-3 hari mengonsumsi antibiotik, sebaiknya jangan menghentikan konsumsi sebelum antibiotik habis. Ini penting untuk memastikan agar bakteri benar-benar hilang dari tubuh.

Meski begitu pemberian antibiotik untuk mengobati tifus mulai menimbulkan masalah tersendiri di Asia Tenggara. Beberapa kelompok Salmonella typhi menjadi kebal terhadap antibiotik. Beberapa tahun terakhir, bakteri ini juga menjadi kebal terhadap antibiotik ampicillin dan trimotheprim-silfamethoxazole.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi Anda memburuk saat menjalani perawatan di rumah.  Pada sebagian kecil pengidap, penyakit ini dapat saja kambuh lagi. Agar tubuh segera pulih dan mencegah risiko tifus datang lagi, pastikan Anda menjalani langkah-langkah sederhana seperti Istirahat cukup,dan Makan teratur. Anda dapat makan sesering mungkin dalam kadar sedikit dibandingkan jika makan dengan porsi besar sebanyak tiga kali sehari.Selain itu tentunya Minum banyak air putihdan Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Pengobatan Tambahan
Jika setelah menjalani pengobatan ternyata hasil tes tinja menemukan bahwa Anda masih mengidap bakteri Salmonella typhi, Anda mungkin akan disarankan untuk menjalani 28 hari pengobatan antibiotik kembali untuk membersihkan sisa-sisa bakteri. Ini untuk mengurangi potensi Anda menjadi pembawa bakteri tifus jangka panjang.

Selama Anda masih terdiagnosis terinfeksi, sebaiknya hindari aktivitas mengolah makanan. Selain itu pastikan Anda mencuci tangan setelah buang air.


Berbagai Pilihan Obat Sakit Tipes Alami yang Cukup Ampuh


Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang mana benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh nenek moyang dan leluhur kita. Banyak obat alami yang telah ditemukan dan manfaatkan sejak dulu yang kini juga dimanfaatkan sebagai komposisi dalam pembuatan obat modern. Tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan obat alami tersebut secara langsung, salah satunya untuk mengobati tipes. Lalu apa saja obat tipes alami ini? Berikut ini selengkapnya.

Cacing Tanah
Cacing tanah merupakan salah satu obat sakit tipes yang paling ampuh. Jika Anda merasa jijik dengan cacing, Anda bisa langsung melompat ke poin berikutnya. Pengobatan tipes dengan cacing tanah telah dibuktikan secara klinik dan juga melalui penelitian. Meskipun terlihat sepele, sebenarnya cacing tanah banyak manfaatnya untuk kesehatan, selain untuk mengobati tipes juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati demam, cacar, gangguan kemih, dan lain sebagainya.

Cacing tanah ini bisa didapatkan dari kebun, biasanya lebih mudah dicari pada malam hari. Ambil beberapa cacing tanah, sekitar 10 buah. Bersihkan dengan air, usahakan juga buang isi perutnya. Cara memasaknya ada 2 macam, dengan direbus selama 10 menit kemudian setelah suhu turun menjadi cukup hangat baru dikonsumsi (jangan tunggu dingin karena airnya akan terasa lengket) dan yang kedua adalah dengan dipanggang tanpa minyak, lalu campurkan ke dalam air putih dan minum. Bisa juga langsung dimakan tanpa dicampur minuman, cacing tanah sendiri tidak ada rasanya. Resep ini untuk 3x minum/makan dalam sehari.

Cengkeh
Obat sakit tipes alami berikutnya adalah cengkeh. Sebagai bumbu masakan, cengkeh bisa dengan mudah dicari di pasar-pasar tradisional ataupun di supermarket. Pemanfaatannya untuk mengobati penyakit tipes adalah dengan cara direbus. Untuk penyajian 1 hari, cukup 8 batang cengkeh direbus ke dalam 8 gelas air. Biarkan mendidih dan menguap hingga tersisa setengahnya. Diminum sedikit demi sedikit dalam rentang satu hari. Lakukan hal ini selama beberapa hari hingga kondisi membaik.

Bawang Putih
Selain dimanfaatkan untuk bumbu masakan, bawang putih dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk salah satunya sebagai obat penyakit tipes. Kemampuan bawang putih untuk mengatasi bakteri sangat berguna untuk melawan Salmonella Typhi, bakteri penyebab sakit tipes. Bawang putih juga dikenal dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh, sehingga juga dapat mempercepat penyembuhan dari penyakit ini. Untuk mengobati tipes, makan 2 siung bawang putih setelah makan, lakukan sekitar 3x sehari selama beberapa sehari secara teratur.

Daun Kemangi
Daun yang baunya harum dan sering dikonsumsi sebagai lalapan ini mengandung zat antibiotik dan antibakteri secara alamiah. Cara pemanfaatannya adalah dengan merebus 20 lembar daun kemangi dan 1 sdt parutan jahe ke dalam 1 gelas air. Rebus hingga mendidih dan airnya tersisa setengah. Setelah suhu turun tambahkan sedikit madu, jangan ditambahkan saat panas karena akan merusak nutrisi madu. Campuran ini untuk diminum 2 hingga 3 kali sehari, lakukan berulang selama beberapa hari.

Ramuan Sambiloto + Temulawak + Jinten Hitam
Ramuan tanaman toga (obat keluarga) ini merupakan obat sakit tipes yang cukup mudah didapatkan. Ambil 10 lembar daun sambiloto, 15 gram temulawak dan juga jinten hitam. Proses pembuatannya pun tidak sulit dan tidak memakan waktu yang lama. Cuci dulu dedaunan yang sudah Anda siapkan sebelumnya, lalu potong kecil-kecil dan rebus bersama jinten hitam sampai airnya mendidih. Minum sebanyak 2 kali sehari sampai gejalanya mereda dan kondisi mulai membaik.

Jika Anda ingin memanfaatkan kunyit sebagai obat sakit tipes, hendaknya konsultasikan dulu dengan dokter. Penelitian terbaru dari Institut Sains India1 menunjukkan bahwa kunyit ternyata malah dapat mempercepat pertumbuhan bakteri Salmonella hingga 3x lipat lebih cepat dari kondisi normal, sehingga sebaiknya kunyit justru dihindari saat sakit tipes. Dalam penelitian ini juga diketemukan ternyata ada zat di dalam kunyit yang malah dapat menyebabkan bakteri ini menjadi lebih kebal dan sulit diobati. Penemuan ini berbanding terbalik dengan kepercayaan masyarakat selama ini.


Diet untuk tifus

Makanan tertentu perlu untuk dihindari untuk membantu meringankan gejala atau ketidaknyamanan karena tifus. Hindari makanan yang mengandung serat tinggi, seperti biji-bijian, buah dan sayuran mentah, ketan, umbi, gorengan, karena ini bisa memberatkan sistem pencernaan. Makanan yang harus dihindari juga termasuk sayuran seperti kubis, cabe dan lobak karena bisa menyebabkan kembung dan gas. Hindari semua bumbu-bumbu sebisa mungkin,  terutama yang memiliki sifat panas seperti lada, cabai, dan cabe rawit.

Diet adalah bagian yang tak kalah penting dari pengobatan untuk tifus. Diet atau mengatur makanan dan pengobatan merupakan suatu keharusan untuk mengatasi kondisi kesehatan tersebut dan untuk mencegah kambuh. Dampak dari penyakit tifus adalah pencernaan usus, sehingga sangat penting untuk menjalankan diet makanan yang mudah untuk dicerna. Makanan ini juga akan membantu sistem kekebalan tubuh penderita bisa pulih secepat mungkin.

Makanan lunak yang mudah dicerna menjadi persyaratan pertama selama pengobatan tifus, semua makanan setidaknya dimasak sampai menjadi lembut. Sedikit nasi yang lembut bersama yoghurt perlu dimasukkan kedalam menu diet untuk penderita tifus; beras mengandung sedikit serat untuk membantu mengatur sistem pencernaan, sementara yoghurt mengandung bakteri baik yang akan mengurangi tingkat keparahan. Makanan kaya karbohidrat sangat penting.

Diet setelah tifus perlu dijaga dengan hati-hati untuk menghindari kambuh. Diet tifoid juga harus membantu mengganti elektrolit dan mineral yang hilang. Pasien tifoid perlu minum sebanyak 500 ml setiap hari. Anak-anak umumnya cenderung sulit untuk menjaga diet tipus, padahal ini cukup penting untuk diberikan. Tetap berikan cairan untuk anak.

Produk hewani perlu dibatasi selama dalam penyembuhan. Susu sebaiknya tidak dimasukkan karena lebih sulit dicerna juga bisa memperburuk diare, serta daging juga sulit dicerna dan bisa memperburuk diare, gas, dan masalah pencernaan lainnya. Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan daging unggas, karena merupakan sumber protein yang sangat baik. Ayam bisa dikukus dan diiris halus bisa ditambahkan kedalam  sup untuk meningkatkan asupan protein bagi pasien. Perlu diingat bahwa sup atau masakan lain tidak boleh ditambah dengan bumbu yang merangsang saluran usus seperti lada dan cabe. Puding beras tawar, bubur, dan puding juga makanan tifus baik.

Karena sering mengeluarkan banyak keringat, penderita bisa kehilangan secara drastis cairan, vitamin, dan elektrolit seperti natrium dan kalium. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan beberapa jenis buah dan sayuran yang dikukus.

Tanyakan kepada dokter untuk memperoleh daftar makanan yang bisa di makan dan memasukkannya kedalam rencana diet tifoid.

Komplikasi Tifus

  
Sekitar 10% pengidap tifus (tipes) menderita komplikasi. Komplikasi terjadi ketika pengidap tifus terlambat atau tidak diobati dengan antibiotik yang tepat. Komplikasi terjadi rata-rata tiga minggu setelah infeksi. Komplikasi yang paling umum terjadi adalah sistem pencernaan yang mengalami pendarahan dalam dan infeksi yang menyebar ke jaringan sekitarnya hingga mengakibatkan usus atau sistem pencernaan pecah.

Gejala Pendarahan Dalam
Pengidap tifus yang mengalami pendarahan dalam biasanya merasakan gejala-gejala seperti merasa lelah sepanjang waktu, sesak napas, muntah darah, kulit pucat, denyut jantung tidak teratur, dan tinja berwarna hitam pekat.

Umumnya pendarahan dalam akibat tifus tidak mengancam nyawa. Meski demikian, transfusi darah dibutuhkan untuk mengganti hilangnya darah dari tubuh. Operasi juga mungkin diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada daerah pendarahan.

Luka pada Dinding Sistem Pencernaan
Perforasi terjadi ketika dinding sistem pencernaan terluka dan sebuah lubang pun terbentuk sehingga isi sistem pencernaan dapat tertumpah ke rongga perut. Tidak seperti kulit, lapisan perut bernama peritoneum tidak memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi. Maka nyawa pasien akan terancam ketika bakteri penyebab tifus menyebar hingga ke perut dan menginfeksi peritoneum. Kondisi ini dikenal sebagai peritonitis.

Peritonitis adalah penyakit yang gawat karena peritoneum biasanya steril dan bebas dari kuman. Dalam situasi ini, infeksi dapat menyebar dengan cepat melalui darah ke berbagai organ lainnya. Infeksi ini dapat mengakibatkan berbagai organ berhenti berfungsi, bahkan membawa kematian jika tidak segera ditangani.

Komplikasi ini diderita sekitar lima persen pengidap tifus. Perforasi ditandai dengan merosotnya tekanan darah secara tiba-tiba, disusul adanya darah dalam tinja. Gejala lain adalah sakit perut yang kian memburuk.Di rumah sakit, pengidap peritonitis akan diobati dengan suntikan antibiotik sebelum dioperasi untuk menutup lubang pada dinding usus.

Pencegahan Tifus

  
Vaksinasi 
Tifus (tipes) di Indonesia termasuk dalam jadwal imunisasi anak. Vaksinasi ini sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak berusia dua tahun untuk selanjutnya diulangi tiap tiga tahun sekali.

Langkah Pencegahan Selain Vaksin
 Asia, termasuk Indonesia, adalah daerah endemi tifus. Penyakit ini umumnya terjadi di negara-negara dengan kebersihan dan sanitasi buruk. Selain Asia, negara-negara di Amerika Selatan dan Tengah, Timur Tengah, sertaAfrika juga merupakan daerah dengan tingkat kasus tifus yang tinggi.

Diberikannya vaksin tifoid tidak begitu saja membuat orang yang divaksin 100% kebal terhadap bakteri ini. Risiko masih tetap ada, meski gejalanya tidak akan separah yang terjadi pada mereka yang belum divaksin.

Sayangnya di Asia, penyakit ini tumbuh subur seiring meningginya tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik untuk mengobati tifus. Ini mengakibatkan beberapa antibiotik sudah tidak mampu melawan tifus. Diperlukan penyusunan dan penyebaran daftar obat-obatan yang sudah tidak efektif agar pasien mendapat pengobatan yang tepat.

Untuk mencegah penyakit ini, vaksinasi tifus harus dipadukan dengan perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih, serta kebiasaan hidup sehat. Perhatikan hal-hal berikut ini untuk menghindari risiko tertular tifus:

Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan dan minuman, serta setelah buang air.
Jika harus membeli minuman, sebaiknya minum air dalam kemasan.
Minimalisasi konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena mudah terpapar bakteri.
Hindari es batu dalam minuman Anda. Juga sebaiknya hindari membeli dan mengonsumsi es krim yang dijual di pinggir jalan.
Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah, kecuali Anda mengupas atau mencucinya sendiri dengan air bersih.
Batasi konsumsi makanan boga bahari (seafood), terutama yang belum dimasak.
Sebaiknya gunakan air matang untuk menggosok gigi atau berkumur.
Bersihkan toilet, gagang pintu, telepon, serta keran air di rumah Anda secara teratur.
Hindari bertukar barang pribadi seperti handuk, sprei, dan alat mandi. Cuci benda-benda tersebut secara berkala dalam air hangat.
Hindari konsumsi susu yang tidak terpasteurisasi.

Sebelumnya perlu diingat kembali bahwa penyakit tipes atau tifus ini adalah penyakit berbahaya, yang mana sering kali orang yang terjangkiti harus sampai dirawat dirumah sakit. Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika pengobatan secara alami tidak segera menunjukan tanda-tanda kesembuhan. Tips pertama dalam mengobati tipes adalah banyak-banyaklah minum air putih, karena saat tipes Anda akan mudah terkena dehidrasi. Demam tinggi dan diare yang terjadi saat tipes akan membuat banyak cairan tubuh terbuang keluar. Disarankan juga untuk meminum oralit agar cairan dapat segera diserap tubuh.

Tips berikutnya, untuk mempercepat penyembuhan konsumsilah makanan yang bergizi tinggi. Selama tipes makanan dan minuman haruslah dipilih yang higienis, yang telah dicuci bersih dan dimasak. Selain itu juga dilarang makan yang bertekstur keras. Sumber karbohidrat yang dianjurkan adalah bubur nasi yang mudah dicerna. Sumber protein bisa berasal dari ayam ataupun ikan yang dimasak lunak. Untuk sayuran pilih yang netral untuk pencernaan, seperti wortel. Untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh konsumsilah apel dan rajinlah minum madu. Buah pisang juga cocok dikonsumsi oleh penderita tipes.



Jenis Jenis Jahe dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan




Jahe atau Zingiber Officinale merupakan salah satu tanaman rimpang yang populer untuk digunakan sebagai rempah-rempah dan juga sebagai bahan obat. Rimpangnya yang berbentuk jemari yang menggembung pada ruas-ruas tengah. Rasa pedas yang dominan pada jahe disebabkan karena senyawa keton bernama zingeron.

Jenis Jenis Jahe

Jahe mudah ditemui di pasar tradisional Indonesia dengan berbagai varietas diantaranya seperti:

Jahe Merah 
Jenis pertama dari jahe adalah jahe merah yang sesuai dengan namanya, warna jahe ini berwarna merah. Meski tidak seluruhnya berwarna merah tetapi jahe ini lebih dominan berwarna merah. Ukuran rimpang pada jahe ini kecil dan sesuai dengan warnanya yang merah, daging jahe ini jika dikecap akan berasa pedas. Jahe ini memang merupakan jenis jahe yang paling pedas di antara jenis lainnya.

Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih besar yakni sekitar 2,58 – 2,72 %. Sementara jika dilihat dari ukuran rimpangnya jahe merah memiliki ukuran rimpang yang agak kecil, ruas rata dan sedikit menggembung. Lalu panjang daun sekitar 24,5 cm- 24,8 cm.

Jahe Gajah
Perbedaan yang paling mencolok pada jahe ini ada pada ukurannya yang besar sesuai dengan namanya. Meski tidak besar sekali tetapi ukuran jenis jahe ini paling besar dibandingkan dengan jenis jahe lainnya. Ukuran rimpang pada jenis jahe ini lebih gemuk dari jenis lainnya. Jahe berwarna putih kekuningan dan sekilas agak terlihat kecokelatan. Daging jahe ini apabila dicicipi tidaklah pedas seperti jahe merah karena jahe jenis ini memang yang paling tidak pedas. Meski tidak begitu pedas tetapi jahe jenis ini memiliki aroma yang kuat serta sering juga diolah sebagai minuman dan juga makanan seperti permen serta pelengkap untuk masakan sayur.

Jahe Emprit atau Jahe Kuning
Jahe jenis ini juga dikenal dengan jahe putih. Warna jahe ini juga putih kekuningan karena itu kadang juga orang menyebutnya jahe kuning. Warnanya memang sekilas terlihat sama dengan jahe gajah hanya berbeda di ukurannya. Jahe jenis ini memiliki ukuran rimpang kecil dan gemuk. Jahe emprit ini yang paling sering digunakan untuk bumbu masakan dan menyedapkan makanan serta dipakai pada jamu. Rasa dari jahe emprit ini pedas namun tidak sepedas jahe merah. Jenis jahe inilah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Minuman seperti wedang jahe pun kebanyakan menggunakan jahe jenis ini.

Manfaat Jahe 

Manfaat jahe diantaranya dapat digunakan untuk dijadikan sebagai penghangat tubuh. Terlebih pada cuaca yang dingin atau sedang hujan terus menerus. Sangat cocok untuk mengkonsumsi jahe supaya tubuh menjadi lebih hangat. Jahe juga sering dibuat sebagai wedang yang dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh. Berikut ini manfaat jahe:

Melancarkan peredaran darah
Manfaat jahe yang pertama adalah melancarkan peredaran darah. Gingerol yang terdapat pada jahe bersifat antikoagulan yang akan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Dengan mencegah tersumbatnya pembuluh darah yang merupakan penyebab utama penyakit stroke dan juga serangan jantung.

Mengatasi Perut kembung
Ekstrak jahe bermanfaat bagi yang sering mengalami perut kembung dan nyeri. Jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pada pencernaan dan iritasi usus.

Mengobati migrain
Pada sebuah studi menunjukkan jahe dapat menghentikan prostaglandin, yang dimana prostaglandin merupakan salah satu faktor penyebab sakit kepala. Dengan demikian, jahe dapat untuk mengurangi migrain atau sakit kepala sebelah.

Mengurangi Demam dan batuk
Gingerol pada jahe yang sebelumnya sudah dijelaskan dapat melancarkan peredarah darah, kandungan gingerol juga dapat digunakan untuk mengurangi demam dan batuk. Mengkonsumsi jahe berarti menekan timbulnya efek samping seperti yang terkandung dalam kandungan obat-obatan kimia.

Mencegah perut buncit
Dengan mengkonsumsi jahe secara rutin dan sebelum makan dapat mencegah terjadinya perut buncit. Karena jahe bermanfaat untuk melancarkan metabolisme dan pencernaan. Dengan adanya sebuah peningkatan metabolisme tersebut yang berdampak akan mempercepat pembakaran kalori dan meratakan perut buncit.

Menurunkan tekanan darah
Jahe dapat untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan juga dapat memperlebar pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan darah mengalir menjadi lebih lancar dan lebih cepat serta dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

Menurunkan berat badan
Jahe seperti yang disebutkan diatas bahwa jahe dapat melebarkan pembuluh darah yang membakar kalori menjadi panas tubuh dan jahe hanya mengandung sedikit kalori yang terkandung, sehingga tidak berkontribusi untuk menaikan berat badan. Mengkonsumsi jahe dengan cara membuat wedang setiap hari dapat menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh.

Mengobati sakit gigi
Nyeri gusi dan sakit gigi ternyata dapat juga dicegah dengan meminum minuman air jahe. Hal ini karena jahe bersifat antijamur dan antibakteri.

Mencegah siklus menstruasi yang tidak teratur
Manfaat jahe salah satunya dapat bermanfaat untuk menjaga keteraturan siklus menstruasi bagi wanita. Di negeri China misalnya, jahe yang kemudian dicampurkan dengan gula merah dalam teh banyak dikonsumsi untuk mengurangi rasa kram pada saat datang bulan.

Membuat tubuh perkasa
Kandungan senyawa yang terdapat jahe ada yang bersifat inklamasi. Hal ini tentunya efektif dalam hal untuk membangun otot pada bagian tubuh seperti otot pada lengan. Berdasarkan sebuah penelitian bahwa dapat disimpulan dengan mengkonsumsi jahe secara teratur dan rutin dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi pada otot yang disebabkan karena latihan fisik secara berlebihan.

Sebagai obat jerawat
Pada sebuah penelitian yang sebelumnya suda dilakukan di Universitas Maryland Medical Center, untuk membantu dalam mencegah timbulnya jerawat pada kulit wajah dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe maksimal 4 gr/hari. Karena apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi jahe dapat mengakibatkan efek samping seperti mules, iritasi, dan diare.

Obat mabuk perjalanan
Terlebih untuk yang sering mengalami mabuk dalam perjalanan, sebaiknya mengkonsumsi minuman jahe. Rempah-rempah yang satu ini diyakini dapat mengurangi rasa mual juga menyembuhkan jet lag.

Bersifat anti alergi
Manfaat jahe bersama ekstrak biji anggur dapat bermanfaat untuk membantu mengurangi demam dan masalah serupa yang seringkali dapat terjadi selama musim alergi.

Mengobati morning sickness
Rasa mual, perut kembung dan rasa ingin muntah pada pagi hari, termasuk pada wanita yang sedang hamil. Morning sickness dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi ramuan minuman jahe.

Menangkal radikal bebas
Jahe mengandung kandungan antioksidan yang mampu untuk dapat mengatasi efek merusak karena disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh.

Peradangan
Jahe seperti pada nomor 1 bahwa jahe memiliki kandungan senyawa yang dinamakan gingerol. Senyawa gingerol ini bertanggung jawab untuk sebagai aroma menyengat dan khasiat anti-inflamasi. Pada saat mencari obat anti peradangan pastikan obatnya memiliki kandungan gingerol.

Arthritis
Ekstrak jahe yang juga bermanfaat pada penderita arthritis dan osteoarthritis. Kandungan pada jahe sudah diyakini mengandung komponen yang dapat menghambat COX, dimana COX merupakan salah satu bahan kimia tubuh yang bertanggung jawab tentang timbulnya peradangan. Obat resep penghambat COX ini biasanya memiliki efek samping yang dapat merugikan tubuh. Manfaat jahe sebagai salah satu obat herbal alami dapat memiliki khasiat yang serupa dan tanpa efek samping.

Membersihkan kotoran dalam tubuh
Apabila sering mengkonsumsi jahe secara rutin dengan cara diseduh, hal tersebut dapat membuat tubuh menjadi berkeringat. Melalui keringat itulah dikeluarkan berbagai jenis kotoran jahat yang terdapat dalam tubuh.

Memerangi sel kanker
Kandungan nutrisi yang terdapat pada jahe dapat bermanfaat unutk membantu meredam perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh. Pada sejumlah studi mengungkapkan bahwa khasiat ekstrak jahe dapat untuk memerangi beragam jenis kanker seperti kanker ovarium dan kanker usus.

Menurunkan kolesterol
Pada sejumlah studi bahwa telah menunjukkan dengan mengkonsumsi jahe secara dapat secara efektif untuk mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan juga hati. Kandungan gingerol terdapat dalam jahe juga memiliki efek yang bersifat antikoagulan yang mampu untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kandungan pada jahe dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin yang pada akhirnya dapat memperlancar aliran peredaran darah.

Mengobati luka gigitan ular
Cara menggunakan jahe untuk mengobati luka gigitan ular dengan menumbuk rimpang dan diberi sedikit garam, lalu tempelkan pada luka bekas gigitan ular beracun dan ini hanya digunakan sebagai pertolongan pertama, untuk penanganan lebih lanjut penderita dibawa ke rumah sakit.

Meredakan rasa sakit
Pereda rasa sakit alami dan juga dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala. Cara menggunakan dengan minum wedang jahe 3 kali sehari atau bisa juga dengan minum wedang ronde, mengulum permen jahe, dan menambahkan jahe pada makanan seperti : soto, semur, atau pun rendang.

Pereda nyeri dan sendi kaku

Dalam sebuah uji klinis bahwa dapat disimpulkan jahe ternyata dapat menghilangkan rasa sakit seperti yang saya sebutkan diatas, meningkatkan pergerakan pada sendi, serta mengurangi pembengkakan yang terkait dengan rheumatoid arthritis. Manfaat jahe yang lainnya juga dapat untuk membantu meredakan nyeri pada punggung dan sakit kepala seperti migrain.

Mencegah kanker usus
Salah satu universitas yang terdapat di Amerika Serikat mengabarkan bahwa rutin konsumsi makanan atau minuman yang berbahan dasar jahe dapat mencegah penyakit kanker koloretal (usus besar).

Mengobati penyakit rematik
Caranya dengan membakar dua rimpang jahe di atas api panas atau bara. Setelah itu tumbuk sampai halus, terakhir Anda aplikasikan pada bagian tubuh yang terkena rematik. Itulah manfaat jahe untuk mengobati rematik.

Mengatasi Masalah Pernafasan
Masalah pernafasan yang paling umum diderita adalah batuk atau pilek. Jahe termasuk jenis ekspektoran alami yang berfungsi dalam melegakan sistem pernafasan, dengan yang memecah dan menghilangkan lendir (dahak) dapat dengan mudah keluar dan memulihkan sistem pernafasan seperti sedia kala.

Melancarkan Pencernaan
Mungkin pada awalnya kita berfikir hanya manfaat buah-buahan saja yang dapat berguna bagi masalah pencernaan. Saat ada acara-acara perayaan, mungkin kita memakan banyak makanan. Pilihlah minuman jahe yang dapat membantu kelancaran pembuangan sisa makanan. Jahe membantu penyerapan makanan dan mencegah kemungkinan sakit perut, karena sifatnya yang mengurangi peradangan.

Mengatasi Memar dan Rasa Nyeri
Ketika tubuh mengalami sebuah benturan benda tumpul, terkadang menyebabkan memar. Senyawa di dalam sari jahe merupakan anti inflamasi, dapat digunakan untuk meredakan nyeri secara alami akibat benturan tersebut. Manfaat jahe dengan kandungan anti inflamasi juga dapat mengurangi nyeri pada gejala penyakit rematik.

Mengatasi Kulit Berminyak
Bahan mineral alami pada jahe dapat dipercaya ampuh mengurangi kulit yang cenderung berminyak. Berikut ini cara-caranya :
Campur bahan-bahan yaitu jahe parut, garam laut, bubuk kayu manis dan pala bubuk
Haluskan dengan ditambah air, hingga wujudnya seperti pasta
Kemudian oleskan pada titik-titik wajah yang banyak menghasilkan minyak
Lalu diamkan selama 10 menit
Bilas kulit dengan air dingin

Menghilangkan ketombe
Sari jahe dapat digunakan sebagai bahan pencuci rambut yang dengan alami membantu mengurangi ketombe, seperti yang ditemui manfaat jeruk nipis. Ekstrak jahe ini juga dapat mencegah timbulnya masalah kerontokan pada rambut.


Manfaat jahe lain:

Obat radang sendi.
Pengontrol gula darah yang baik untuk penderita diabetes.
Menghilangkan gatal pada tenggorokan.
Membasmi bakteri atau zat berbahaya yang menginap dalam tubuh, khususnya bagian perut, usus dan lambung.
Obat kompres untuk menurunkan suhu tubuh.
Menghilangkan batuk berdahak dan kering.
Mengatasi masalah perut kembung akibat usus terkena iritasi.
Meringankan rasa nyeri ketika datang bulan.
Meredakan rasa nyeri pada otot akibat mengangkat beban berlebihan.

Kemampuan jahe untuk melakukan berbagai tindakan medis secara alami tadi tentu tidak lepas dari peran zat kimia yang terkandung di dalamnya. Semakin banyak kandungan gizi dalam tanaman rimpang ini, tentu semakin banyak pula manfaat jahe untuk manusia

Efek Samping Jahe

Penggunaan jahe kemungkinan aman bagi kebanyakan orang. Namun terdapat beberapa efek samping ringan yang mungkin ditimbulkan seperti rasa mulas, diare dan rasa tidak nyaman pada perut. Kemudian pada wanita yang sedang mengalami periode menstruasi, telah melaporkan tambahan perdarahan saat mengkonsumsi jahe. Pada beberapa orang, penggunaan jahe pada kulit juga dapat menyebabkan iritasi. Terdapat beberapa peringatan dan tindakan pencegahan khusus seperti dijabarkan di bawah ini:

Bagi Ibu bu hamil  
Konsumsi jahe pada saat kehamilan masih kontroversial, karena ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat mempengaruhi hormon seks janin. Terdapat laporan keguguran janin saat berumur 12 minggu, pada wanita yang mengkonsumsi jahe untuk mengatasi morning sickness. Sejumlah penelitian pada wanita hamil memberikan hasil, bahwa jahe dapat digunakan secara aman untuk morning sickness tanpa membahayakan bayi. Risiko utama pada bayi yang menggunakan jahe saat hamil, tampaknya masih di ambang batas wajar yaitu sekitar 1% hingga 3%. Kemudian juga terlihat, tidak ada pemicu terhadap peningkatan risiko persalinan dini atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Ibu Menyusui 
Tidak cukup diketahui tentang keamanan mengkonsumsi jahe selama menyusui. Jadi untuk tindakan yang paling aman adalah dengan tidak mengkonsumsinya.

Resiko Pendarahan 
Efek samping jahe dapat meningkatkan risiko pendarahan
penyakit Diabetes – Jahe dapat menurunkan gula darah, sehingga perlu disesuaikan dengan obat diabetes yang diberikan oleh tenaga medis.

Kelainan Kondisi jantung
Hati-hati saat menggunakan jahe pada dosis tinggi yang tinggi, karena jahe dapat memperburuk kondisi jantung tertentu.

Meskipun jahe termasuk jenis bahan pengobatan alami, tetap saja terselip kekhawatiran mengenai kebenaran manfaat jahe untuk kesehatan. Maka dari itu sebelum mengkonsumsi obatan dari jahe bicarakan penggunaan jahe ini pada dokter anda.

Manfaat jahe tidak hanya sebatas sebagai obat-obatan herbal, namun dipakai sebagai bubu masak khususnya untuk menghilangkan bau amis pada sejumlah bahan makanan seperti ikan, daging atau ayam. Dalam perkembangannya, jahe sudah banyak yang dibuat secara instan yang mudah digunakan, dan praktis tanpa harus mengolah jahe secara langsung terlebih dahulu. Tentu saja hal ini lumrah adanya, karena jahe menyimpan manfaat luar biasa.

Lepas dari segala jenis jahe yang ada dan perbedaannya antara satu dengan yang lain, jenis tanaman rimpang ini sangat kaya akan manfaat. Beberapa jenis herbal yang berguna sebagai obat-obatan alternatif sebagian besar mengandung tanaman ini. Jahe pun dapat digunakan sebagai pembasmi hama organik yang dipakai oleh petani di sawah-sawah sehingga lebih aman dibandingkan pembasmi hama dengan bahan kimia.
Semoga ini Bermanfaat.