Keringat
adalah air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit. Keringat
dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh.
Penguapan
keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena panas
menyebabkan penguapan air yang mengambil panas dari kulit. Oleh karena itu,
pada cuaca panas, atau ketika otot memanas karena bekerja keras, keringat
dihasilkan.
Keringat
adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar di kulit Anda. Komposisi utamanya
adalah air dan natrium klorida (garam), serta mengandung mineral, laktat, dan
urea. Berkeringat merupakan proses termoregulasi atau mekanisme tubuh untuk
menjaga suhu tubuh dalam level optimal dan merupakan reaksi tubuh yang
merasakan bahwa tubuh sedang kepanasan alias overheating sehingga tubuh pun
berusaha mendinginkannya. Jadi, saat keringat menguap melalui permukaan kulit,
maka tubuh akan melepaskan panas keluar dan menurunkan suhu tubuh.
Keringat
adalah salah satu hasil buangan atau sekresi yang dikeluarkan oleh tubuh lewat
kelenjar sekresi di bagian kulit. Biasanya keringat akan muncul saat kita
melakukan beberapa aktifitas yang sedikit keras seperti berolahraga atau saat
cuaca sedang panas agar panas dari dalam tubuh keluar. Kondisi ini sangat wajar
dan terkadang dilihat sebagai salah satu tanda kesehatan yang sangat baik.
Berkeringat
adalah mekanisme tubuh sebagai upaya melepaskan panas dari dalam tubuh sebagai
pertahanan untuk menjaga kelembaban. Saat mendapat rangsangan panas, baik dari
dalam tubuh maupun temperatur udara maka tubuh akan mengeluarkan keringat.
Salah
satu cara untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil adalah dengan berkeringat.
Pada kondisi lingkungan yang panas, tubuh mengeluarkan keringat dengan tujuan
agar keringat tersebut dapat menurunkan suhu tubuh secara alami.
Keringat
merupakan cairan yang dapat menguap, menguap membutuhkan panas. Panas tersebut
diambil dari kondisi panas tubuh kita. Jadi dengan otomatis, panas tubuh kita
terserap dan suhu tubuh dapat menurun dengan adanya penguapan tersebut.
Keringat
diproduksi oleh kelenjar keringat di lapisan epidermis, melalui kulit.
Kandungan utamanya, antara lain sodium klorida (bahan utama garam dapur),
2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol) yang dapat menimbulkan
aroma.
Kulit
memiliki dua jenis kelenjar keringat :
· Kelenjar Eccrine Kelenjar keringat ekrin
tersebar di seluruh permukaan tubuh tetapi lebih banyak terdapat telapak
tangan, telapak kaki, dan wajah. Keringat yang dihasilkan adalah air yang
mengandung berbagai macam garam. Kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur suhu
tubuh. Terjadi pada sebagian besar tubuh Anda dan terbuka secara langsung ke
permukaan kulit.
· Kelenjar Apocrine Kelenjar keringat
apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak. Kelenjar ini terutama
terdapat pada ketiak dan sekitar alat kelamin. Aktivitas kelenjar ini
menghasilkan bau karena aktivitas bakteri yang memecah komponen organik dari
keringat yang dihasilkannya. Kelenjar ini berkembang di daerah melimpah di
folikel rambut, seperti di ketiak dan pangkal paha kulit kepala Anda. Ketika
suhu tubuh Anda meningkat, sistem saraf otonomik merangsang kelenjar untuk
mengeluarkan cairan ke permukaan kulit hal inilah yang mendinginkan tubuh Anda
karena terjadi proses penguapan.
Akibat
Positif Ketika Keluar Keringat:
Membuang
racun dari dalam tubuh.
Membantu
mendinginkan tubuh saat kepanasan.
Membakar
kalori.
Menurunkan
stres.
Memperlancar
sirkulasi darah.
Mempercantik
kulit.
Akibat
Negatif Ketika Keluar Keringat:
Keringat
dapat menyebabkan kulit dan baju terlihat basah atau lembab.
Karena
mengandung garam, dapat meninggalkan bercak keputihan atau kekuningan pada
pakaian.
Keringat
yang berlebihan dapat menyebabkan gatal-gatal dan kemerahan pada kulit.
Keringat
dapat menciptakan lingkungan yang tepat untuk tumbuhnya beberapa mikroorganisme
berbahaya seperti jamur.
Langsung
mandi dengan air dingin setelah berkeringat banyak beresiko fatal.
Bila
ingin mandi setelah berkeringat banyak, tunggulah sejenak sebelum mandi dan
gunakanlah air hangat ketika mandi.
Kita
sering mengeluarkan keringat baik disengaja maupun tidak seperti saat dalam
kemacetan di jalan, sedang presentasi di kantor atau sedang makan siang dengan
nasi hangat dan lauk sambal pedas.
Volume
keringat pria jauh lebih banyak dibandingkan volume keringat wanita. Ini
menandakan bahwa tubuh wanita sangat buruk dalam mendinginkan tubuh dari panas
yang ditimbulkan oleh aktifitas kerja. Karena fungsi keringat adalah untuk
menurunkan suhu tubuh yang meninggi sewaktu melakukan aktifitas berat.
Keluarnya
keringat melalui pori-pori kulit sangat baik bagi kesehatan tubuh. Keringat
yang keluar ternyata membawa serta toxin atau racun-racun yang ada di dalam
tubuh. Jadi, orang yang sering berkeringat lebih sehat dibandingkan orang yang
jarang mengeluarkan keringatnya.
Oleh
karena itu mulai saat ini Anda tidak perlu ragu untuk berkeringat, karena
berkeringat itu menyehatkan. Dan satu hal yang perlu diperhatikan adalah
menjaga cairan yang keluar melalui keringat agar tetap dalam keadaan normal
sangat penting sekali. Untuk itu, minum air putih disela-sela aktifitas adalah
sangat dianjurkan sekali agar terhindar dari dehidrasi.
Manfaat
Keringat Untuk Kesehatan Tubuh:
1.
Keringat membuat suhu tubuh tetap dingin
Keringat
berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, yakni mendinginkan suhu tubuh anda yang
naik ketika berolahraga. Berkeringat sangat penting untuk proses pendinginan
tubuh secara alami. Ketidakmampuan seseorang untuk berkeringat bisa mengancam
nyawanya. Ada kondisi yang disebut ectodermal dysplasia yang membuat orang
tidak berkeringat. Orang-orang seperti ini tidak dapat berpartisipasi dalam
olahraga karena suhu tubuhnya terlalu panas saat latihan yang intens, yang
memiliki efek kurang baik pada jantung dan fungsi tubuh lainnya.
2.
Keringat dapat membuat wajah anda lebih bersih
Berkeringat
membantu penurunan timbulnya komedo. Hal ini dikarenakan saat berkeringat,
pori-pori anda terbuka, yang dapat membantu mengurangi jerawat. Namun yang
perlu diperhatikan adalah membiarkan keringat berlama-lama hingga kering di
wajah anda dapat memiliki efek yang berlawanan. Oleh sebab itu cucilah wajah
anda setelah beberapa saat berkeringat.
3.
Berkeringat dapat meningkatkan sirkulasi darah
Ketika
Anda berkeringat, denyut jantung anda mempercepat dan meningkatkan sirkulasi
darah, terutama di kulit. Dasar dari setiap kelenjar keringat terletak jauh di
dalam lapisan kulit yang terletak sangat dekat dengan pembuluh darah kecil.
Keringat dapat meningkatan aliran darah di kulit, yang membantu memacu sistem
sirkulasi darah Anda. Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi
darah Anda melalui keringat.
4.
Keringat dapat melawan infeksi
Berkeringat
dapat menangkis methicillin-resistant Staphylococcus aureus, lebih dikenal
sebagai MRSA, bakteri jahat yang bertanggung jawab untuk beberapa infeksi yang
sulit diobati. Keringat telah terbukti memainkan peran penting dalam memerangi
bakteri berbahaya dan jamur pada kulit. Itu karena keringat mengandung nitrit,
di mana setelah mencapai permukaan kulit akan mengkonversi menjadi oksida
nitrat, gas kuat dengan sifat spektrum anti-bakteri dan anti-jamur. Keringat
juga mengandung antibiotik atau peptida antimikroba alami yang disebut
Dermicidin, yang dapat membunuh MRSA dan bakteri buruk lainnya yang ada di
permukaan kulit.
5.
Berkeringat dapat membersihkan racun berbahaya
Berkeringat
membantu tubuh Anda secara alami membuang racun. Keringat mengandung berbagai
jenis senyawa, termasuk sejumlah kecil logam yang berpotensi beracun, seperti
kadmium, aluminium, dan mangan. Ini adalah alasan utama mengapa berkeringat
dianggap sebagai detoxicant (penetralisir zat beracun). Kelenjar keringat di
kulit manusia dapat memainkan peran penting dalam menghilangkan banyak zat
beracun yang ada di tubuh.
6.
Berkeringat membantu menyembuhkan penyakit
Berkeringat
adalah cara tubuh dalam memberitahu sistem kekebalan tubuh untuk melawan
penyakit. Tidak hanya membantu menjaga berat badan, keringat juga bermanfaat
ketika anda sedang demam. Peningkatan aktivitas metabolik merangsang sistem
kekebalan tubuh. Jadi, ketika anda demam, berkeringat adalah cara tubuh anda
untuk berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.
7.
Berkeringat dapat mencegah asma
Jika
anda berkeringat banyak setelah berolahraga, maka memungkinkan anda untuk
meminimalisir terjadinya asma. Berkeringat dapat membantu menurunkan resiko
terjadinya asma. Dan semakin anda berkeringat ketika berolahraga, semakin baik,
karena semakin anda berkeringat, semakin rendah resiko anda mengalami asma.
Keringat
Yang Berlebihan / Hiperhidrosis
Berkeringat
memang merupakan mekanisme untuk mendinginkan tubuh sehabis melakukan kegiatan
yang terlampau berat dan melelahkan.
Dalam
sebagian besar keadaan, ini memang alami
dan sehat. Namun, beberapa orang mengalami keringat yang berlebihan. Keadaan
seperti ini disebut sebagai hiperhidrosis.
Hiperhidrosis
adalah keringat berlebih. Hiperhidrosis adalah ketika seseorang mengeluarkan
keringat lebih banyak dari yang seharusnya ia produksi.
Biasanya
keringat berlebih ini terjadi pada ketiak, namun seringkali telapak tangan dan
telapak kaki juga mengalami keringat berlebih bahkan sampai menetes.
Berkeringat
adalah reaksi tubuh untuk pendinginan. Namun, pada orang yang menderita
hiperhidrosis (istilah untuk keringat berlebihan), produksi keringat terlalu
banyak sehingga menimbulkan masalah.
Hiperhidrosis
menimbulkan efek psikologis dan psikososial. Orang yang menderita hiperhidrosis
sering menjadi kurang percaya diri, menutup diri dan harus mengubah gaya hidup
untuk mengakomodasi masalah ini. Selain itu, keringat berlebihan juga dapat
menyebabkan penyakit atau iritasi kulit karena kulit basah lebih rentan
terhadap infeksi bakteri dan jamur tambahan.
Keringat
Berlebihan (Hiperhidrosis) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan keringat
yang berlebihan.
Keringat
berlebihan bisa terjadi di:
-
tangan (hiperhidrosis palmaris)
-
ketiak (hiperhidrosis aksilaris)
-
kaki (hiperhidrosis plantaris).
Hiperhidrosis
merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh yang berlangsung
dalam kadar sering dan konstan. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari yang
normal, hiperhidrosis dapat menyebabkan kecemasan sosial atau malu.
Hiperhidrosis
sendiri terbagi atas 3 jenis yaitu:
Hiperhidrosis
fokal primer
Seseorang
mengeluarkan keringat berlebih hanya di area tubuh tertentu misalnya kepala,
ketiak, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
Hiperhidrosis
idiopatik generalisasi
Seseorang
memiliki kecenderungan mengeluarkan keringat berlebih di seluruh tubuhnya.
Hiperhidrosis
sekunder generalisasi
Seseorang
mengeluarkan keringat berlebih akibat reaksi obat kimia seperti obat
anti-hipertensi dan anti-depresi atau penyakit tertentu seperti penyakit
jantung, mudah emosi, berdebar-debar, menopause, diabetes melitus dan stroke.
Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan bisa ke seluruh
tubuh. Kondisi keringat berlebih ini bisa muncul kapan saja dan bahkan dapat
muncul ketika tertidur lelap.
Keringat
Dingin / Diaphoresis
Keringat
dingin adalah sebuah kondisi dimana permukaan kulit akan terasa lebih lembab
dan rasa dingin di bagian permukaan kulit. Kondisi ini bisa dirasakan oleh diri
sendiri maupun oleh orang lain. Keringat dingin bisa keluar dari seluruh tubuh
atau bagian tertentu saja seperti ketiak, telapak tangan dan kaki.
Keringat
dingin merupakan keadaan tubuh mengeluarkan keringat berlebihan.
Tubuh
juga berkeringat sebagai respon dari stress atau gugup, disaat seperti ini
keringat sering terasa dingin dibanding hangat. Dalam keadaan tertentu keringat
dingin dapat menjadi sebuah gejala dari penyakit ringan ataupun keadaan yang
mengancam nyawa.
Tidak
Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia
Anhidrosis
adalah ketidakmampuan tubuh untuk berkeringat secara normal.
Saat
tidak berkeringat, maka tubuh tidak bisa mendinginkan diri sehingga menyebabkan
panas tubuh berlebih yang berpotensi fatal.
Anhidrosis
– kadang-kadang disebut hipohidrosis.
Penderita
bisa menjadi tanpa kelenjar keringat dan tubuhnya tak bisa mengeluarkan
keringat. Jika tubuhnya terlalu panas atau kepanasan, akibatnya bisa fatal.
Penderita
harus selalu dipastikan tetap merasa dingin, baik dengan kipas angin, semprotan
air atau es.
Penderita
tidak boleh kepanasan dalam setiap waktu.
Penderita
harus dijaga agar tubuh tidak kepanasan dan diawasi agar ia mendapatkan cukup
air dan tidak terlalu panas.
Kira
Kira Gejala Apa Yang Bisa Muncul Apabila Seseorang Terkena Penyakit Keringat /
Keringat Yang Berlebihan / Hiperhidrosis / Keringat Dingin / Diaphoresis /
Tidak Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia?
Keringat
Yang Berlebihan / Hiperhidrosis
Berkeringat
ekstrim sehingga membuatnya sering berganti baju. Penderitanya sering memiliki
jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak.
Hiperhidrosis
telapak tangan ditandai dengan telapak tangan yang basah sehingga butir-butir
keringat sampai menetes.
Abnormal
yang berlebihan dan keringat mengganggu di kaki, ketiak, kepala atau wajah.
Tetesan
keringat pada telapak tangan atau telapak kaki bersifat lebih lengket
Penderita
mengeluarkan keringat yang berlebihan, bisa menghambat aktivitasnya
sehari-hari. Pada hiperhidrosis palmaris, tangan penderita lembab dan basah.
Hal ini menimbulkan masalah sosial karena setiap mereka bersalaman akan
menyebabkan telapak tangan lawannya juga basah.
Pada
hiperhidrosis aksilaris, penderita banyak mengeluarkan keringat di ketiaknya
sehingga harus sering berganti pakaian. Pada hiperhidrosis plantaris, keringat
yang berlebihan di kaki menyebabkan kaos kaki dan sepatu menjadi lembab dan
timbul bau yang tidak sedap (bromhidrosis), karena adanya bakteri atau jamur di
kulit yang basah.
Bagian
tubuh yang mengalami hiperhidrosis sering berwarna merah muda atau putih
kebiruan, dan pada kasus yang lebih parah kulit dapat pecah-pecah dan bersisik,
terutama pada kaki.
Sekecil
apapun pertanda segeralah perhatikan dengan seksama. Sebab, menjaga tubuh yang
sehat dan bugar adalah pekerjaan seumur hidup manusia. Pekerjaan yang satu ini
bisa menguras semua pikiran, tenaga dan harta anda jika telah menjadi parah.
Keringat
Dingin / Diaphoresis
Keringat
dingin bisa disertai dengan:
Mual
/ muntah.
Perasaan
sakit atau nyeri.
Perasaan
takut dan cemas yang berlebihan.
Rasa
sakit kepala yang disertai pusing, sesak nafas dan tubuh yang terasa lebih
lemah.
Tubuh
terkadang terasa panas dan terkadang terasa dingin.
Gangguan
kesulitan tidur.
Keringat
dingin juga bisa menjadi indikasi menderita penyakit serius. Hal ini ditandai
dengan keringat dingin yang sering terjadi atau hampir setiap hari serta tubuh
yang terasa lebih lemah. Dibawah ini gejala keringat dingin yang berhubungan
dengan kondisi penyakit tertentu.
1. Perasaan cemas yang berlebihan hingga
mempengaruhi tingkat kesadaran.
2. Ada gangguan mental yang membuat penderita
bisa mengalami halusinasi, bingung, mengeluarkan suara atau teriakan dan gejala
ketakutan yang hebat.
3. Rasa sakit pada bagian dada, lengan, bahu,
rahang dan bagian punggung hingga menyebabkan kesulitan bernafas atau nafas
yang berat.
4. Kulit dan bibir mengalami perubahan warna,
biasanya menjadi lebih gelap.
5. Pembengkakan pada bagian wajah dan
tenggorokan yang menyebabkan kesulitan bernafas atau bicara.
6. Ada pendarahan dari hidung atau telinga.
7. Disertai dengan gejala muntah darah dan
diare.
Keringat
dingin dapat muncul sebagai akibat dari reaksi fisiologis dari tubuh manusia
yang terjadi secara otomatis teraktivasi saat merasa terancam dan bersiap-siap
menghadapi bahaya. Keadaan-keadaan yang dapat memicu adalah saat merasakan
nyeri hebat, kekurangan oksigen, ketakukan, dan kekurangan glukosa dalam darah.
Keringat
dingin dapat menjadi gejala dari penyakit yang berbahaya, seperti :
1. Syok yang merupakan keadaan berkurangnya
aliran darah ke otak dan organ vital. Syok dapat disebabkan oleh perdarahan
hebat, reaksi alergi atau anafilaktik, infeksi berat, penyakit jantung, dan
nyeri hebat;
2. Luka berat yang mengakibatkan nyeri
hebat dan perdarahan, seperti jatuh dari ketinggian, patah tulang akibat
kecelakaan kendaraan bermotor, atau amputasi;
3. Serangan jantung yang ditandari dengan
nyeri tertekan pada dada sebelah kiri, jantung berdebar-debar, dan sesak napas;
4. Stroke ditandai dengan berbicara menjadi
pelo, lumpuh sebelah anggota gerak, dan dapat juga terjadi penurunan kesadaran;
5. Gangguan pernapasan seperti tercekik,
serangan asma, dan infeksi paru berat;
6. Hipoglikemia akibat insulin atau obat
yang menstimulasi insulin, tumor pankreas, dan gangguan makan. Hipoglikemia
ditandai dengan keringat dingin, badan gemetaran, lemas, mengantuk bahkan
pingsan;
7. Penyakit kejiwaan seperti gangguan
cemas, gangguan panik, dan fobia.
Tidak
Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia
Saat
kepanasan, tubuh penderita akan kejang-kejang dan bahkan bisa berakibat fatal
hingga membuatnya nyawanya melayang.
Penderita
lebih sering mengalami masalah pernapasan, mengalami kejang, bisa terkapar di
lantai karena kejang-kejang, tubuhnya sangat panas.
Penderita
kemungkinan bisa mirip vampir yaitu memiliki gigi taring tajam dan selalu
berusaha menghindari sinar matahari. Penyakit ini menunjukkan ciri fisik yang
mengkhawatirkan seperti kulit kepala dan rambut tipis, sulit berkeringat dan
gigi tumbuh tidak sempurna. Lantaran sulit berkeringat, penderita cenderung
mudah mengalami hipertermia jika suhu di sekitar tak terkontrol. Di tengah
penderitaan itu, mereka harus menghadapi respons lingkungan sosial yang
cenderung mengucilkan.
Penderita
akan mengalami perkembangan abnormal dalam struktur kulit, rambut, kuku, gigi
dan kelenjar keringat itu sendiri.
Penderita
cenderung memiliki warna rambut terang, rapuh dan pertumbuhan yang lambat, gigi
yang hilang (hypodontia) atau gigi yang salah bentuk, bentuk wajah yang khas di
bagian dahi, bibir tebal, kurus, keriput, kulit berwarna gelap disekitar mata
dan masalah kronis di kulit seperti eksim.
Kira
Kira Apa Penyebab Seseorang Terkena Penyakit Keringat / Keringat Yang
Berlebihan / Hiperhidrosis / Keringat Dingin / Diaphoresis / Tidak Berkeringat
/ Anhidrotic Ectodermal Dysplasia?
Keringat
Yang Berlebihan / Hiperhidrosis
1.
Kopi panas
Kopi
dapat meningkatkan keringat melalui dua cara yaitu yang pertama kafein
merangsang sistem saraf pusat untuk mengaktifkan kelenjar keringat, sehingga
semakin banyak kafein yang Anda konsumsi, maka akan semakin banyak produksi
keringat. Yang kedua, panas dari minuman tersebut sendiri dapat membuat tubuh
Anda merasa cukup panas dan berkeringat. Aspek panas ini berlaku untuk semua
jenis minuman panas, terlepas dari kandungan kafein atau tidak.
2.
Kain sintetis
Mengenakan
pakaian yang terbuat dari kain sintetis seperti polyester dan akrilik dapat
memicu tubuh mengeluarkan keringat yang berlebihan. Jadi hindari mengenakan
pakaian yang terbuat dari kain sintetis ketika sedang berada dalam acara yang
penting. Tujuan utama dari berkeringat adalah untuk mendinginkan suhu tubuh.
Kain sintetis mencegah keringat menguap, yang pada gilirannya meningkatkan
upaya tubuh untuk mendinginkan diri. Sebaliknya gunakan kain dengan bahan
alami, seperti katun atau sutra, untuk membuat Anda tetap kering.
3.
Makanan Pedas
Makan
makanan pedas dapat meningkatkan produksi keringat. Otak Anda sebenarnya
bereaksi terhadap capsaicin, zat yang membuat cabe bersifat panas yang dapat
mengaktifkan kerja kelenjar keringat. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki
reaksi yang sama terhadap makanan pedas.
4.
Tabir surya
Setelah
memakai tabir surya, Anda akan merasa berkeringat. Hal itu bukan dikarenakan
oleh suhu luar yang panas, tetapi tabir surya menciptakan penghalang pada kulit
yang membuat keringat sulit menerobos lapisan penghalang itu dan membuat Anda
berkeringat kegerahan. Keringat keluar melalui kelenjar di kulit dan tidak
dapat keluar jika tertahan oleh lapisan tabir surya. Tapi lebih baik
menggunakan tabir surya jika harus berada di bawah terik sinar matahari untuk
melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet yang menyebabkan kanker kulit.
5.
Premenstruation Syndrome (PMS)
Pada
beberapa wanita, tingkat estrogen yang turun begitu rendah pada hari-hari
sebelum menstruasi dapat menyebabkan seseorang merasa kepanasan. Meskipun hal
lebih sering terjadi pada wanita perimenopause, tetapi juga dapat terjadi pada
wanita yang kadar hormonnya berubah-ubah secara dramatis.
6.
Minuman beralkohol
Para
ahli menyatakan bahwa alkohol justru membuat Anda panas melalui proses yang
disebut vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah yang meningkatkan
temperatur kulit. Pada gilirannya, otak mengirim sinyal kepada kelenjar
keringat untuk melakukan pendinginan tubuh melalui berkeringat.
7.
Kondisi emosional
Terkadang
kondisi mental seseorang juga berpengaruh terhadap produksi keringat. Saat
Ladies sedang stres atau depresi, otak akan mengirim sinyal yang tidak normal
kepada kelenjar keringat sehingga produksi keringat ikut tidak normal dan
cenderung berlebihan.
8.
Penyakit fisik
Jika
berlebihnya keringat bukan karena pengaruh dari luar atau kondisi mental, bisa
jadi karena efek penyakit yang Anda derita. Penyakit seperti diabetes, penyakit
paru-paru atau Parkinson dapat memicu keringat berlebih.
9.
Perubahan pada hormon
Perubahan
hormon pada wanita sering terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, dan
menopause. Pakailah pakaian yang longgar, gunakan kipas angin atau air
conditioner, serta perbanyaklah konsumsi air putih untuk menurunkan suhu tubuh.
10.
Obat-obatan
Bahan-bahan
kimia dalam obat dapat meningkatkan produksi keringat.
11.
Kelebihan berat badan
Sudah
bukan rahasia umum kalau orang yang gemuk mengeluarkan banyak keringat. Ini
karena tubuh harus membawa beban yang lebih berat. Mulailah berdiet dan menjaga
pola makan untuk mencapai berat ideal.
12.
Demam
Demam
terjadi jika suhu tubuh naik sampai diatas batas normal. Demam bisa terjadi
pada berbagai jenis infeksi batreri dan virus.
Pada
saat suhu tubuh mulai turun kembali, bisa disertai dengan keringat yang
berlebihan.
13.
Serangan jantung
Serangan
jantung terjadi jika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya adalah
nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan
keringat berlebihan. Banyak yang mengatakan keringat berlebih atau
hiperhidrosis berhubungan dengan penyakit jantung. Pada orang yang mengalami
masalah jantung, hiperdrosis cenderung terjadi di kedua telapak tangan dan
kaki. Ini juga kadang disertai dengan nyeri dada yang menyebar ke seluruh tubuh.
Mulai dari bahu hingga punggung.
14.
Tuberkulosis
Salah
satu gejala tuberkulosis adalah berkeringat di malam hari.
15.
Malaria
Gejala
malaria berhubungan dengan siklus hidup parasit penyebabnya. Pada awalnya
penderita menggigil, sakit kepala, mual dan muntah; ketika suhu tubuh mulai
turun, akan keluar banyak keringat.
16.
Leukimia atau AIDS
Umumnya
hiperdrosis juga menjadi tanda beberapa penyakit kronis dan berbahaya, seperti
leukimia dan AIDS. Pada orang dewasa atau anak misalnya, umumnya akan
berkeringat di malam hari akibat demam. Mereka yang terinfeksi AIDS (sekitar
lima tahun kemudian), kondisinya akan menurun, sehingga keringat sering keluar
berlebihan di malam hari.
17.
Infeksi jamur kuku
Orang
yang berkeringat rentan terhadap berbagai jenis infeksi jamur. Itu karena jamur
berkembang dalam lingkungan lembab, seperti sepatu. Itulah sebabnya Anda lebih
mungkin mendapatkan infeksi di kuku kaki daripada di kuku tangan. Sebuah
infeksi kuku biasanya dimulai dengan gejala bintik putih atau kuning di bawah
ujung kuku Anda. Saat terjadi infeksi jamur, kuku Anda akan menghitamkan,
menebal dan cenderung melebar. Kadang-kadang kuku akan terpisah dari tempatnya,
dan kulit di sekitarnya menjadi merah dan bengkak. Anda bahkan dapat mendeteksi
sedikit bau pada kuku.
18.
Infeksi bakteri dan kutil
Hiperhidrosis
dapat berkontribusi terhadap infeksi bakteri, terutama di sekitar folikel
rambut atau antara jari-jari kaki Anda. Ini juga terkait dengan kutil. Bila
Anda memiliki hiperhidrosis, kutil akan hilang dalam jangka waktu yang lama
meski setelah perawatan dan memiliki kecenderungan untuk kembali kambuh.
Kondisi
kulit tertentu seperti eksim dan ruam kulit, terjadi lebih sering pada orang
dengan hiperhidrosis. Tidak mustahil juga berkeringat berlebihan memperburuk
peradangan kulit.
Orang-orang
dengan hiperhidrosis biasanya memiliki keringat yang berlebihan dan dapat
menghasilkan tangan basah dan bau kaki yang tidak menyenangkan. Akibatnya,
mereka dapat pengalaman yang signifikan psikologis, sosial, konsekuensi
pendidikan dan pekerjaan yang terbatas.
Keringat
Dingin / Diaphoresis
Keringat
dingin bisa disebabkan karena perasaan cemas, takut dan perasaan tertekan.
Keringat dingin akan menyebabkan kulit menjadi lebih lembab, tubuh terasa
dingin dan terkadang disertai dengan sakit perut.
Kondisi
keringat dingin sering berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang. Beberapa
jenis gangguan yang terjadi pada pikiran, perasaan dan organ tubuh sering
menyebabkan keringat dingin saat malam hari.
Faktor
lain yang menyebabkan keringat dingin bisa muncul seperti kondisi rumah yang
terlalu panas, memakai selimut yang terlalu tebal dan beberapa faktor lain
misalnya:
a.
Menopause
Wanita
yang masuk dalam usia menopause juga sering mengalami kondisi keringat dingin.
Kondisi ini bisa terjadi pada siang atau malam hari. Kondisi perubahan hormon
dan sistem metabolisme menyebabkan sistem tubuh juga mengalami perubahan.
Bahkan beberapa wanita bisa mengalami gejala lain seperti kesulitan tidur,
tekanan perasaan, dan perasaan cemas yang berlebihan.
b.
Sindrom Idiopatik
Penyebab
lain dari keringat dingin adalah sindrom idiopatik hiperhidrosis. Kondisi ini
menyebabkan tubuh memproduksi keringat secara berlebihan namun tidak
menunjukkan gejala penyakit yang serius. Tubuh hanya menghasilkan keringat
dalam jumlah yang berlebihan sehingga terkadang menyebabkan keringat dingin.
c.
Infeksi Tubuh
Keringat
dingin bisa menjadi salah satu ukuran infeksi yang terjadi pada tubuh. Keringat
dingin yang terjadi pada malam hari bisa menunjukkan beberapa gejala infeksi
seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Jenis penyakit yang berhubungan
adalah seperti penyakit TBC, infeksi HIV, infeksi pada katub jantung, dan
peradangan pada tulang.
d.
Kanker
Gejala
umum penyakit kanker yang tidak ditunjukkan secara khusus adalah keringat
dingin. Tubuh bisa mengalami panas atau demam sementara keringat dingin terus
keluar. Beberapa jenis kanker yang sering ditunjukkan oleh gejala ini adalah
kanker limfoma, kanker ovarium, dan beberapa jenis kanker lain. Jika gejala ini
disertai dengan penurunan berat badan dan masalah nafsu makan maka bisa harus
segera mendapatkan pemeriksaan.
e.
Stres dan Gangguan Mental
Keringat
dingin juga bisa muncul pada beberapa orang yang memiliki gejala stres dan
tekanan pikiran yang berat. Gejala lain yang ditunjukkan adalah perasaan
bingung, tertekan, khawatir dan gejala kecemasan lain. Respon keringat dingin
bisa terjadi pada malam hari maupun siang hari. Terkadang beberapa orang bisa
memiliki gejala lain seperti mual, muntah dan tekanan emosi.
f.
Penyakit Pernafasan
Ketika
tubuh mengalami kekurangan oksigen maka tubuh akan mengirimkan sebuah sinyal
seperti keringat dingin. Otak tidak bisa memiliki oksigen yang cukup dan
menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita
menjadi stres, tertekan dan keluar keringat dingin. Kondisi yang lebih serius
dapat menyebabkan mual, muntah, kesulitan bernafas yang parah dan rasa nyeri di
bagian dada.
g.
Diabetes
Penderita
diabetes yang mengalami komplikasi hipoglikemia juga bisa mengeluarkan keringat
dingin pada malam atau siang hari. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak
menerima asupan nutrisi yang cukup sehingga kadar gula dalam darah menjadi
sangat sangat rendah. Beberapa gejala lain yang biasanya ditemukan adalah
seperti perasaan bingung, gemetar, keringat dingin berlebihan, dan penglihatan
yang tidak jelas.
h.
Tekanan Darah Rendah
Orang
yang cenderung mengalami tekanan darah rendah juga bisa memiliki gejala
keringat dingin. Gejala ini menjadi sangat serius bila seseorang mengalami
kelelahan, kekurangan gizi, dehidrasi, kehilangan darah dan pusing yang
berlebihan.
i.
Penyakit Jantung
Salah
satu penyakit yang paling sering ditandai dengan keringat dingin berlebihan
pada malam dan siang hari adalah penyakit jantung. Jantung akan mengirimkan
respon yang besar ketika ada masalah pada pembuluh darah, penyumbatan pada
bagian pembuluh darah dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Beberapa gejala
yang menyertai adalah seperti rasa sakit pada bagian dada, sulit untuk
bernafas, detak jantung yang tidak teratur, nyeri pada dada dan sakit pada
pergelangan tangan.
j.
Gangguan Kekebalan Tubuh
Beberapa
jenis penyakit yang disebabkan karena lemahnya sistem kekebalan tubuh juga bisa
menyebabkan keringat berlebihan pada malam dan siang hari. Beberapa serangan
infeksi dari virus dan bakteri yang menyebabkan influenza, sakit perut, diare
dan gangguan pencernaan sering menjadi pertanda penyakit ini.
Tidak
Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia
Anhidrosis
terjadi ketika kelenjar keringat berhenti bekerja. Kondisi ini bisa disebabkan
oleh berbagai faktor, di antaranya:
1.
Kerusakan saraf
Sistem
saraf otonom mengatur berbagai otot tak sadar seperti pencernaan, detak
jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh.
Cedera
saraf yang mengendalikan berbagai sistem tersebut dapat mempengaruhi fungsi
kelenjar keringat.
Beberapa
penyakit yang bisa merusak saraf otonom, termasuk:
–
Sindrom Ross atau gangguan saraf perifer
–
Diabetes
–
Alkoholisme
–
Penyakit Parkinson
–
Multiple system atrophy atau gangguan neurodegeneratif progresif
2.
Kerusakan kulit
yang
disebabkan oleh dua hal, yaitu:
–
Saluran keringat yang tersumbat
Penyakit
kulit atau kondisi yang menghambat saluran keringat adalah penyebab paling umum
dari anhidrosis.
–
Luka kulit
Cedera
fisik pada kulit, terutama luka bakar parah, secara permanen dapat merusak
kelenjar keringat.
3.
Obat-obat tertentu
Banyak
obat – seperti obat untuk jantung dan tekanan darah, kontrol kandung kemih,
mual, dan kondisi kejiwaan – dapat mengurangi produksi keringat.
4.
Dehidrasi
Dehidrasi
terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk melakukan fungsi normal.
Dalam
kasus yang paling serius, dehidrasi dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk
berkeringat.
Dehidrasi
bisa disebabkan oleh:
–
Diare dan muntah
–
Demam yang sangat tinggi
–
Keringat berlebihan tanpa mengganti cairan yang hilang
–
Peningkatan frekuensi buang air kecil – sering sebagai akibat dari diabetes
mellitus atau diabetes insipidus
–
Alkohol dan obat-obatan tertentu
5.
Faktor genetik
Beberapa
kelainan genetik menyebabkan kelenjar keringat tidak berfungsi.
Hypohidrotic
ectodermal dysplasia, sebuah kelainan bawaan, menyebabkan tubuh hanya membentuk
sedikit kelenjar keringat.
Penyakit
ini bisa merupakan faktor keturunan atau genetika. Bisa diwariskan oleh ibunya,
neneknya ataupun menurun dari kakak ibunya yang mempunyai kelainan tersebut,
tetapi jarang menurun pada gen perempuan.
Contoh:
Seorang perempuan ( ada garis keturunan memiliki kelainan tersebut ) menikah
dengan seorang laki-laki tapi tidak mempunyai garis keturunan kelainan
tersebut, maka apabila anak nya laki-laki akan menurun kelainan tersebut dari
ibunya, tapi kalau perempuan tidak menurun kelainan tersebut, tetapi anehnya
dalam sekeluarga hanya ada satu yg bisa diturunkan kelainan tersebut, misalnya:
3 bersaudara : 2 laki-laki 1 perempuan. yang mungkin akan terkena kelainan
tersebut pasti cuma salah satu dari 2 laki-laki itu. dan lebih anehnya lagi
kelainan itu terus berlanjut hingga lebih dari 7 turunan, dari kelainan
tersebut tidak akan tertularkan kepada gen perempuan, tapi mungkin akan dia
tularkan kepada anaknya jika laki-laki suatu saat nanti.
Penderita
karena tidak bisa mengeluarkan keringat, harus menyiram tubuhnya setiap 15
menit sekali karena selalu merasa kepanasan.
Orang
dengan penyakit ini cenderung disebabkan oleh kelenjar keringat yang dimiliki
lebih sedikit dari jumlah normal atau tidak dapat berfungsi dengan baik.
Penyebab
penyakit hipohidrotik ectodermal dysplasia adalah akibat adanya mutasi pada gen
EDA, EDAR dan gen EDARADD. Mutasi yang terjadi ini mencegah interaksi normal
antara ektoderm dan mesoderm sehingga mengganggu perkembangan normal dari
rambut, kelenjar keringat dan gigi.
Kebanyakan
kasus hipohidrotik ectodermal displasia disebabkan oleh mutasi pada gen EDA
yang diwariskan dalam kromosom X resesif. Karena penyakit ini dibawa oleh
kromosom X, maka penderitanya lebih banyak terjadi pada kaum laki-laki yang
hanya memiliki satu kromosom X sedangkan pada perempuan harus terjadi di dua
kromosom X nya.
Pada
perempuan, jika hanya satu kromosom saja yang bermutasi maka dirinya menjadi
carrier (pembawa gen). Pembawa gen (carrier) dengan adanya tanda-tanda atau gejala
yang ringan seperti beberapa gigi yang hilang atau tidak normal, rambut tipis
dan beberapa masalah fungsi kelenjar keringat.
Penyakit
ini bisa dideteksi sejak masih bayi dengan menunjukkan 3 gejala, yaitu:
1.
Hipotrichosis, yaitu memiliki rambut yang tipis atau ringan dan berpigmen.
2.
Hipohidrosis, yaitu berkurangnya kemampuan untuk berkeringat serta sering
mengalami suhu panas dalam tubuh (hipertermia).
3.
Hipodontia, yaitu gigi lebih kecil dari ukuran rata-rata, mengembangkan 9 gigi
permanen terutama taring dan geraham.
Kira
Kira Apa Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Seseorang Terkena Penyakit Keringat
/ Keringat Yang Berlebihan / Hiperhidrosis / Keringat Dingin / Diaphoresis /
Tidak Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia?
Keringat
Yang Berlebihan / Hiperhidrosis
Pencegahan
hiperhidrosis dapat dilakukan dengan melakukan beberapa kebiasaan seperti
berikut :
Mandi
setiap hari
Mandi
teratur membantu mengurangi jumlah bakteri pada kulit Anda.
Keringkan
kaki Anda dengan seksama setelah mandi
Mikroorganisme
berkembang dalam ruang lembab antara jari kaki Anda. Gunakan bubuk kaki untuk
membantu menyerap keringat.
Pilih
sepatu dan kaus kaki yang terbuat dari bahan alami
Sepatu
yang terbuat dari kulit, dapat membantu mencegah kaki berkeringat dengan
memungkinkan kaki Anda untuk bernapas.
Mengganti
sepatu Anda
Sepatu
tidak akan benar-benar kering semalam, jadi cobalah untuk tidak mengenakan
pasangan yang sama dua hari berturut-turut jika Anda mengalami masalah dengan
kaki berkeringat.
Kenakan kaus kaki yang tepat
Kaus
kaki katun dan wol membantu menjaga kaki Anda kering karena mereka menyerap
kelembaban.
Rajinlah
mengganti kaus kaki
Mengganti
kaus kaki atau selang sekali atau dua kali sehari, akan membantu pengeringan
kaki Anda secara menyeluruh. Wanita dapat menggunakan pantyhose dengan sol
kapas.
Berikan
udara pada kaki
Jika
memungkinkan, lepaskan alas kaki Anda, dan biarkan kaki bernapas.
Pilih
pakaian dari serat alami
Memakai
bahan alami, seperti kapas, wol dan sutra, yang memungkinkan kulit Anda untuk
bernapas. Ketika Anda berolahraga, Anda dapat menggunakan kain berteknologi
tinggi yang tetap memberi kelembapan bagi kulit Anda.
Jika
Anda menderita hiperhidrosis, beberapa tindakan berikut dapat mengurangi
visibilitas dan jumlah keringat:
Kenakan
pakaian dari bahan yang sejuk dan menyerap keringat.
Jaga
lingkungan Anda tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik.
Hindari
makanan dan minuman yang menyebabkan berkeringat.
Kurangi
stres, kecemasan dan masalah emosi lain yang dapat memicu kenaikan produksi
keringat.
Apabila
Anda menderita kaki berkeringat, cucilah kaki Anda secara berkala dengan air
dingin dan keringkan. Taburkan bedak di antara jari kaki. Sepatu Anda harus
dari bahan bernapas (misalnya kulit atau kanvas). Kenakan kaos kaki berbahan
wol atau katun.
Mandilah
dua kali sehari dengan menggunakan sabun lembut.
Gunakan
deodoran bebas alkohol.
Keringat
Dingin / Diaphoresis
1. Manajemen Stres. Jika Anda memiliki gejala
dan rasa cemas yang berlebihan maka bisa mengatasi keringat dingin dengan
berusaha agar pikiran menjadi santai dan tidak stres. Anda bisa melakukan
beberapa cara untuk mengatasi persoalan pribadi misalnya dengan olahraga atau
mengerjakan kegiatan yang bisa membuat pikiran Anda tidak terlalu fokus pada
masalah.
2. Membuat Kondisi Ruangan. Kondisi ruangan
memberikan pengaruh yang sangat besar untuk keringat dingin saat malam hari.
Anda bisa mengatur ruangan agar menjadi lebih nyaman. Salah satu caranya adalah
tidak tidur dalam ruangan yang terdapat komputer atau televisi. Buat ruangan
untuk tidur menjadi paling nyaman termasuk mengatur kondisi suhu dan udara
dalam ruangan.
3. Hindari Makanan Manis Menjelang Tidur.
Anda juga bisa mencoba untuk menghindari semua jenis makanan manis menjelang
tidur. Hindari semua kebiasaan konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan
gula saat malam hari. Konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula dapat
menyebabkan reaksi keringat dingin yang berlebihan.
4. Membaca Sebelum Tidur. Membaca beberapa
buah buku sebelum tidur memiliki manfaat yang sangat baik. Anda bisa terhindar
dari kecemasan dan perasaan khawatir yang berlebihan. Hindari membaca jenis
buku yang bisa mempengaruhi tidur Anda misalnya seperti buku misteri atau buku
yang menakutkan.
Penyebab
keringat dingin memang wajib anda waspadai, karena dapat menjadi tanda
terjadinya berbagai penyakit yang cukup berbahaya.
Tidak
Berkeringat / Anhidrotic Ectodermal Dysplasia
1.
Membasuh tubuh dengan air dingin atau semprotan air untuk menjaga agar suhu
tubuh tetap normal.
2.
Usahakan untuk tinggal di daerah dengan iklim yang lebih dingin.
3.
Menggunakan rambut dan gigi palsu untuk memperbaiki penampilan.
4.
Menggunakan air mata buatan untuk mencegah terjadinya kekeringan dan robeknya
selaput mata.
5. Menggunakan
semprotan hidung untuk menghilangkan kotoran dan mencegah infeksi.
No comments:
Post a Comment